__:==Selamat Datang di Website Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Kota Tangerang Selatan, Banten. Jaringan Informasi seputar Purna Paskibraka dan PASKIBRAKA Kota Tangerang Selatan, bisa anda dapatkan disini==:__
FILSAFAT PISAU BERMATA DUA PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Tuesday, 08 January 2013 11:18

 

Filsafat Pisau Bermata Dua

 

Dalam istilah yang sering diucapkan oleh Kak Idik Sulaeman, Latihan Paskibraka diibaratkan ”pisau bermata dua”. Dalam jangka pendek, sasaran latihan adalah suksesnya pelaksanaan pengibaran bendera pusaka pada tanggal 17 Agustus. Sementara untuk jangka panjang adalah memberikan bekal pembentukan karakter (character building) kepada generasi muda agar dapat tumbuh dan berkembang sebagai calon-calon pemimpin bangsa yang berjiwa ”merah-putih” sebagaimana tujuan Latihan ”Pandu Ibu Indonesia Ber-Pancasila”.

 

 

Di antara dua mata pisau itu, tujuan jangka panjang sebenarnya menjadi hal utama. Itu karena membangun jiwa seorang manusia jauh lebih sulit daripada sekadar membangun raganya. Mempersiapkan pengibaran bendera pusaka cukup dalam dua minggu, tapi membentuk jiwa ”merah-putih” butuh waktu bertahun-tahun, bahkan mungkin  seumur  hidup.

 

Urutan dalam syair lagu  Indonesia Raya  pun membenarkan itu. ”Bangunlah jiwanya, Bangunlah badannya, Untuk Indonesia Raya.” Itu berarti, pembentukan karakter harus didahulukan dari pembentukan badan/fisik. ”Bangunlah Jiwanya” dapat diterjemahkan pembinaan jiwa Paskibraka yaitu jiwa merah putih, siap mengabdi dan berbakti bagi negara Indonesia. ”Bangunlah Badannya”  bermakna pengembangan diri secara personal setiap anggota Paskibraka dan tahap awal dalam jangka pendek adalah bertugas sebagai Pengibar Bendera Pusaka.

 

Dengan  pengertian  tersebut,  pembinaan  dan pelatihan   Paskibraka   harus   selalu   diarahkan untuk membentuk  karakter.  Di  lapangan,  para pelatih harus mampu memahami metode latihan sehingga  latihan  fisik,  baris-berbaris  dan  tata upacara bisa berjalan seiring pembinaan karakter. Jadi tidak cukup berbaris hanya untuk berbaris. Latihan di lapangan dengan lebih menekankan pada  pembinaan  fisik  semata,  apalagi  disertai dengan  kekerasan,  sama  sekali  menyimpang dan mengingkari tujuan mulia pembinaan Paski- braka yaitu membentuk karakter yang berjiwa merah-putih. Kekerasan fisik hanya akan menimbulkan sakit hati dan dendam yang tidak berkesudahan dan sama sekali tidak memberikan hasil yang baik.

                                             

Dalam  melatih  seorang  pelatih  harus  tegas dan tidak pilih kasih. Dengan ketegasan akan terbentuk sikap disiplin pribadi dari setiap anak didik.  Pelatih  harus  tegas  untuk  mengatakan mana  yang  benar  dan  mana  yang  salah. Tapi ukurannya adalah aturan yang berlaku dan baku, bukan aturan yang dibuatnya sendiri. Intinya, ketegasan sama sekali tidak identik dengan kekerasan  dan pemaksaan kehendak pribadi.

 

Dari sana, hendaknya kita semua menyadari, bahwa  jadwal  latihan  Paskibraka  yang  hanya tiga minggu terlalu singkat untuk dapat memenuhi target  ganda  itu. Terlalu  berharga  waktu  yang dibuang untuk melampiaskan nafsu kemarahan dalam  bentuk  kekerasan.  Terlalu  mahal  biaya yang dikeluarkan untuk pelatihan, kalau hanya menghasilkan alumni yang berhati sekeras batu, penuh amarah dan nafsu membalas dendam.

 

Lencana Merah-Putih-Garuda menggambarkan penampilan seorang Paskibraka, bahwa sesuai dengan predikat dan kepribadiannya, ia digambarkan gagah seperti burung garuda, namun lemah lembut penuh dinamika laksana kibaran sang  merah-putih.

 

Burung garuda yang dijadikan lambang Negara Republik Indonesia selalu kokoh, gagah perkasa dan  siap  menghalau apapun yang akan mengganggu kedaulatan Indonesia. Bendera merah-putih melambangkan keberanian dan kesucian, ketika dibelai angin akan berkibar penuh kelembutan  dan  memancarkan  sinar  keagungan.

 

Dari anggota Paskibraka diharapkan lahir pemimpin-pemimpin bangsa yang berkarakter, baik dari segi intelektualitas, integritas dan budi pekerti yang  luhur  sesuai  ajaran  agama  dan  norma- norma di masyarakat.  (Budiharjo)

 

sumber: Buletin '78 edisi Agustus 2007

 

 
__:==Terimakasih atas kunjungan anda di Website kami, Salam Paskibraka..!!!==:__ __:==Terimakasih atas kunjungan anda di Website kami, Salam Paskibraka..!!!==:__
Designed by: Purna Paskibraka Indonesia Kota Tangerang Selatan
Copyright © 2012. All Right Reserved | Admin: Achmad Fauzi